Dianugerahi Kehebatan di Lapangan, Pemain-Pemain Hebat ini Tak Pernah Meraih Ballon d’Or

loading...

PulangKerja.com – Gelar pemain terbaik dalam ajang FIFA Ballon d’Or mungkin menjadi mimpi hampir semua pesepakbola di dunia. Dianugerahi kehebatan di lapangan ternyata tak cukup membawa 7 pemain ini menyabet gelar individu paling bergengsi di kancah sepak bola itu..

pemain hebat eropa

 

Diego Maradona

Diego Maradona

Maradona tak diragukan lagi menjadi salah satu legenda sepak bola terhebat yang tak akan pernah dilupakan sepanjang massa. Bermain bersama Napoli di masa jayanya, pemain yang mencetak gol tangan Tuhan ke gawang Inggris di Piala Dunia itu membwa Napoli sebagai klub dengan kekuatan tak terbendung di Eropa.

Ia pun sukses membawa timnya itu meraih untuk dua gelar juara Serie A dan satu Piala UEFA. Meski sihir ujung tombak Argentina itu memukau dunia, hal tersebut tak cukup membawanya memenangkan ajang Ballon d’Or.

Gelar pemain terbaik kala itu justru deiserahkan kepada sederet pemain berkebangsaan Eropa, seperti Michel Platini, Igor Belanov, Marco van Basten dan Ruud Gullit.

 

Paolo Maldini

Paolo Maldini

Sebagai bek terbaik dari generasinya, Paolo Maldini menjadi sosok pemain terbaik di era tahun 1990an. Karaktr tenga yang dimilikinya membuat mantan pemain belakang AC Milan membuatnya menonjol jika dibandingkan dengan rekan-rekan sejawatnya yang lain.

Ia memenangkan cukup banyak gelar, kecuali Ballon d’Or, Serie A, Supercoppa Italiana, Liga Champions, dan Piala Super Eropa berhasil direngkuhnya bersama Milan. Ia juga memawa Italia menjadi runner-up di Piala Dunia 1994.

Pencapaiannya itu diganjar gelar penghargaan pemain terbaik di dunia oleh majalah World Soccer, namun gelar Ballon d’Or justru jatuh ke tangan striker asal Bulgaria yang merumput bersama Barcelona, Hristo Stoichkov.

 

David Beckham

David Beckham

Beckham disebut-sebut sebagai salah satu pemain terhebat Inggris sepanjang massa meskipun tak pernah membaw The Three Lions menjadi juara dunia di masanya. Walau begitu, Becks meraih kejayaan di era 1999 bersama klubnya, Manchester United.
Suami Victoria Beckham itu memenangkan treble winner bersama Setan Merah, ia pun menjadi eksekutor tendangan bebas yang menajdi mimpi buruk bagi setiap penjaga gawang. Bamun kehebatannya itu tak cukup membawanya meraih gelar pemain terbaik dunia di jang Ballon d’Or.

 

Raul Gonzalez

loading...

Raul Gonzalez

Raul membawa Real Madrid ke tangga kemuliaan di era tahun 1990-an dan awal 2000-an. Striker Spanyol itu menjadi sosok predator sempurna yang ditakuti oleh para pemain belakang dan penjaga gawang.

Memperkuat El Real sejak berusia 17 tahun, ia telah membawa klubnya itu meraih gelar La Liga hingga Piala Dunia antarklub. Namun itu bukan jaminan ia dengan mudah mendapatkan predikat pemain terbaik dunia di ajang Ballon d’Or, Michale Owen dianggap lebih pantas dari Raul untuk memabwa pulang penghargaan itu pada 2001.

 

Alessandro Del Piero

Alessandro Del Piero

Pada tahun 1996, Alessandro Del Piero yang menginjak 21 tahun membawa Juventus memenangi ajang Liga Champions, namun ia gagal meraih Ballon d’Or setelah dikalahkan oleh pemain Jerman Matthias Sammer.
Striker asal Italia itu bahkan tidak masuk jajaran tiga besar ajang penghargaan tersebut. Pada tahun 1998, Del Piero dinobatkan sebagai pemain terbaik Italia, namun lagi-lagi gelar pemain terbaik dunia di ajang Ballon d’Or tak juga dapat diraihnya, Zinedine Zidane dianggap lebih layak mendapat trofi tersebut.

 

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon

Ada beberapa legenda kiper Eropa yang rasanya pantas untuk memenangkan trofi Ballon d’Or, Oliver Kahn dan Iker Casillas menjadi dua kandiadat kuat, namun keduanya tak pernah punya kesempatan seperti Buffon.

Kipper Italia itu nyaris membawa pulang trofi bola emas Ballon d’Or pada 2006 lalu setelah membawa Gli Azzuri menjuarai Piala Dunia 2006. Masuk menjadi salah satu nominsi yang diunggulkan, kipper Juventus itu harus mengubur mimpinya meraih pengharaagn tersebut setelah dikalahkan rekan senegaranya, Fabio Cannavaro.

 

Xavi Hernandez

Xavi Hernandez

Xavi berada di masa jayanya pada periode 2008-2012, ia menajdi pemain kunci paling penting di Barcelona bersama Andres Iniesta dan Lionel Messi. Keahlian Xavi mengelola lapangan tengah dan tempo permainan membawa Barca yang kala itu dikomandoi Pep Guardioal meraih segala trofi.

Namun itu tak cukup bagi pemain Spanyol itu untuk mengalahkan dominasi rekan setimny, Lionel Messi dan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo di ajang Ballon d’Or. Xavi bersama dengan rekan setimnya yang lain, Iniesta, harus pasrah karena tak pernah sekalipun membawa pulang bola emas.

(sumber)

loading...
loading...

Add Comment