Mengenal Pengertian, Teknik Dan Istilah – Istilah Dalam Stand Up Comedy

loading...

PulangKerja.com – Stand Up Comedy : Pelawak tunggal, yaitu salah satu genre profesi melawak yang pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Orang yang biasa Stand Up Comedy disebut pelawak tunggal, komik, komika, (bahasa inggris : stand up comedian). Biasanya para komik membawakan materi mereka dengan gaya monolog, walaupun ada beberapa jurus yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan penonton.

stand up comedy

DASAR JOKE

Sebuah joke terdiri dari 2 bagian, yaitu Set Up dan Punch Line. Set Up adalah bagian pertama dari joke yang mempersiapkan tawa. Dibagian ini membuat agar penonton mengharapkan sesuatu. Sedangkan Punch Line adalah bagian kedua dari joke yang berisi tawa. Dibagian inilah harapan penonton pada Set Up dibelokkan agar tercipta tawa.
Contoh :
“Gue ga homo, cowok gue yang homo!” – Mongol
“Gue ga homo” adalah Set Up yang menunjukkan penolakan terhadap tuduhan bahwa Mongol adalah homo.
“Cowok gue yang homo” adalah Punch Line yang “ternyata” dia adalah homo.

TEKNIK – TEKNIK DALAM STAND UP COMEDY

One Liner

One Liner adalah bit singkat yang terdiri dari satu sampai tiga kalimat saja. Contoh di atas adalah termasuk one liner. One liner susah karena Set Up yang dihantarkan harus secepatnya memancing harapan penonton.

Contoh lain :

  • Katanya Aa Gatot Brajamusti pernah main film misteri. Ada yang pernah nonton? sama, saya juga tidak pernah. Di situlah letak misterinya. – Pandji
  • Selamat malam, gimana penampilan aku malam ini? udah kaya Bunda Dorce belom?.

– Babe

Call Back

Nah kalo call back itu adalah teknik yang menggunakan punch line pada bit-bit sebelumnya sebagai punch line pada bit sekarang. Sehingga contoh susunan penampilan stand up berbentuk seperti berikut:

Set up 1 – punch line 1, set up 2 – punch line 2, set up 3 – punch line.

Contoh call back yang digunakan oleh Ernest Prakasa:

  • Bit 1: Sekarang era digital, dan menurut gue bohong lewat BBM atau SMS itu lebih gampang daripada bohong face to face. Salah satu kebohongan paling sering dilakukan orang bahkan cuma 3 huruf: “OTW”. Temen lo udah BBM lo dengan panik: “PING!!! Bro, dimana lo, gue udah sampe nih!”, trus lo bales: “OTW bro!”. Padahal baru bangun tidur, masi kriyep-kriyep sambil garuk-garuk biji.
  • Bit 2: Kalo Tuhan punya twitter, ada yang minta folbek ga ya? Kalo iya, mungkin Tuhan akan jawab: “OK, tapi kita kopdar dulu ya”. Trus Tuhan twit ke @Malaikat_Pencabut_Nyawa: “Bro tolong dijemput bro”. Trus malaikatnya bales: “OTW bro!”.

Rule of Three

loading...

Sedangkan rule of three adalah teknik penggunaan tiga kalimat, dua kalimat awal digunakan sebagai set up, satu kalimat terakhir digunakan sebagai punch line. Contoh rule of three yang digunakan oleh Ryan Adriandhy:”Ngajarin Raditya Dika ngelawak itu kayak ngajarin Melly bikin lagu, ngajarin Deddy cara main sulap, atau ngajarin Syahrini cara bedakan.” – Ryan

Set up 1: Ngajarin Raditya Dika ngelawak itu kayak ngajarin Melly bikin lagu.

Set up 2: Ngajarin Deddy cara main sulap.

Punch line: Atau ngajarin Syahrini cara bedakan.

Act Out

Act out adalah menunjukkan dengan gerakan. Act out sering digunakan dalam standup comedy karena mudah dan keberhasilan tinggi. Biasanya Act out sebagai punch nya.

Contoh :

  • “Kalau laper jangan ngetweet, apa berharap tiba-tiba keluar makanan dari laptopnya” (kemudian menunjukkan gerakan makanan keluar dari laptop). – Lotts Bandicoot
  • “Ada cowok keren cuy, pake handphone touch screen tapi pake ludah.” (sambil memainkan screen hp dengan jari yang telah dibasahi ludah, seperti ketika menghitung uang). – Mongol

Impersonation

Impersonation adalah teknik peniruan tokoh, biasanya yang sudah terkenal. Peniruan bisa gaya bicara, gerak tubuh, dan kata-kata khasnya.

Contoh : Mudi Taylor impersonation Rhoma Irama.

  • “Selamat malam, alhamdulillah, senang sekali, saya berada di sini. Rika masih ingatkah kau kepadaku? aku Rhoma. Tolol.” – Mudi Taylor
  • “Hay guuuuyysss!” – McDanny (Impersonate Ikang Fauzi).

Comparisons

Comparisons adalah penyampaian joke dengan melakukan pembandingan dua hal atau lebih. Contoh comparisons yang dilakukan oleh Boris Bokir:

“Ngeliat orang Batak dari cara manggil anaknya, kalo manggilnya “Nduk dalem nduk.”, bukan orang Batak itu. Ada lagi yang lain, yang modelnya sama kenceng, “Tooong!”, “Iye, Nyak.”, “Balik, Tong!”, “Ntar, Nyak!.”, “Sek to.”. Kalo orang Batak itu manggil anak singkat, padat, jelas, simpel “Boris masuk! Grrrr!”. – Boris Bokir

Riffing

Riffing adalah mengajak penonton untuk berinteraksi. Biasanya menjadikan penonton sebagai objek joke. Hati-hati menggunakan riffing karena sering gagal atau mungkin menyinggung perasaan penonton.

Contoh :

*pandji melihat penonton menggunakan kaos MU dengan nama Rooney* “Di belakangnya namanya Rooney, tapi kok di depan mukanya Runyam?” – Pandji

Gimmick

Gimmick adalah alat bantu atau hal lain di luar stand up comedy yang digunakan untuk joke. Biasanya sebagai punch line.

Contoh :

“Sekarang hiburan ga berkualitas, akhirnya hiburan sederhana jadi istimewa, seperti..” *kemudian gangnam style* – Regga Igarta

Heckler

Heckler adalah pengganggu dalam stand up. Heckler biasanya berteriak saat set up sedang dibawakan, meneriakkan punch line sebelum comic mengutarakannya, atau bahkan menyuruh comic untuk turun dengan kalimat “Huu… atau Turunnnn”. Heckler harus diatasi sehingga dia tidak mengganggu comic. Biasanya cara mengatasinya adalah menjadikannya bahan joke dengan sedikit menghina agar dia diam.

Contoh :

“Tolong dong kalau habis boker disiram, ngambang nih dari tadi” *sambil nunjuk heckler*

(sumber)

loading...
loading...

Add Comment